Kau menggenangi jalan-jalan, kota-kota, siang dan malam
Mengendapkan kegelisahan di ceruk-ceruk jiwa
Menghanyutkan kesedihan ke setiap kenangan
Musim pun berubah, air mata kerinduan tetap menggenang
Kian meluap dan mengalir menjadi sungai
Sungai air mata kerinduan
Jauh ke muara
Muara air mata kerinduan
Hingga ke samudera
Samudera air mata kerinduan
Aku terus berlayar mengarungi samudera air mata kerinduanmu, menuju matahari
Makassar 09022004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar