tuli bisukah dirimu? hingga tak dengar dan jawab ketukanku di jendela bilik hatimu atau kau telah menolak cahaya mentari yang hendak mengurai mendung hari kemarin
Aku menjadi gema di malam engkau menangis Menyusupi udara yg menggetarkan lidah-lidah api dari lilin dan kegelapan Tangan-tangan malam menyeretku hingga tersisa hanya sayup-sayup Huruf terakhir namamu pun telah terpenjara dalam beku Wahai lidah-lidah api dari lilin dan kegelapan Dan untukmu yang menangis di malam itu Dalam gema yang tak lagi bergema Cinta tetap tak mampu kueja